Sinopsis Karena Aku Tak Buta

Juara 1 lomba Menulis Novel Remaja “Seberapa Indonesiakah Dirimu?”
Penerbit Tiga Serangkai 2014

——————

tiga

Sinopsis:

Zadin Putra Pramana, cowok berusia 20 tahun memiliki masa lalu yang kelam. Sebagai remaja ibu kota yang hidup dalam gelimang harta dan sedikit kasih sayang orang tua, Zad terperosok dalam kehidupan bebas tanpa kendali. Perkelahian antar pelajar dan antar sekolah. Pengeroyokan tukang ojek yang mangkal di samping sekolah. Menjadi jegal pasar dan kurir barang haram. Akrab dengan night club dan diskotik-diskotik terkenal di kalangan anak-anak kaum jet-set dan sosialita ibu kota. Itu hanya beberapa dari sekian kejadian khas kenakalan remaja metropolitan. Serangkaian kejadian di mana dia selalu menjadi peran utama di dalamnya,

Keputusannya untuk pindah dan kuliah di Yogya bukan tanpa alasan. Hal ini tercetus dari kesepakatan dirinya dan kedua orang tuanya untuk membuat perubahan. Hidup bebas dan jauh dari pantauan orang tua yang terlalu disibukkan dengan urusan gengsi dan harta, membuat Zad kembali ke dunianya. Meskipun Zad bertemu dengan teman-teman paling ekstrim untuk ukuran Yogya, ia belum menemukan dunia yang sesungguhnya. Hingga suatu ketika, dalam pencariannya dia bertemu Gendis yang begitu berbeda dengan mereka yang pernah ditemuinya. Cewek itu perlahan-lahan mampu mengalihkan dunianya.

Perjalannyanya ke sebuah desa di pedalaman Magelang yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, menyadarkan Zad pada sebuah kenyataan, bahwa dirinya selama ini tidak memiliki semangat apapun dibandingkan Gendis. Cewek kampung itu bukan saja memilik semangat yang luar biasa, tetapi juga pengetahuan yang tak ada bandingannya tentang tradisi budaya, dalam hal ini permainan tradisional. Zad menyadari kekuranganya. Sebagai putra Indonesia dia tak paham apapun tentang budaya negerinya, terlebih ketika dia menyaksikan anak-anak yang semangat memanikan permainan tradisional yang penuh dengan falsafah hidup lalu ditambah dengan obrolan bersama dua orang pemerhati dan penyelamat budaya, membuat Zad benar-benar merasa berada di dunia antah berantah.

kkk

Zad ingin berbuat sesuatu, ingin memperbaiki diri dan menebus kesalahan masa lalunya dengan memperdalam pengetahuan tentang budaya dan tradisi nenek moyangnya. Itu nantiā€¦ saat ini dia ingin membantu komunitas di desa dan satu museum di Yogyakarta yang berjasa besar dalam menjaga dan melestarikan budaya melalui permainan tradisional. Meskipun kedua komunitas tersebut mengalami krisis finansial, para relawan yang bekerja tanpa pamrih terus berjuang dengan misi masing-masing.

Hal ini membuat Zad merasa tertampar. Dia yang memiliki segalanya tak pernah berbuat sesuatu yang berarti bagi negerinya. Terlebih ketika dia tahu museum mainan di Yogyakarta ditemukan dan dibina oleh seorang kakek yang sama sekali bukan warga Indonesia. Dia berpikir, lantas apa yang telah dia berikan pada negerinya sebagai generasi penerus bangsa? Tak ada.

Melalui dua acara besar di dusun pedalaman yaitu merti dusun dan festival dolanan bocah, Zad ingin bebuat sesuatu yang nyata, bukan sekadar omongan semata. Dia merasa bisa membantu mereka meringankan beban keuangannya. Akan tetapi, niat baik ini ditentang oleh ketiga sahabatnya, Fya, Yod dan Rhean. Mereka menuduh Zad hanya ingin pamer harta dan memikat kedua orang tua Gendis dan warga dusun. Zad tak goyah, meski teror terus menghantuinya dia tak akan berhenti melangkah. Dan ini dia buktikan pada acara ritual merti dusun tahunan, dia ikut berperan besar menyukseskannya.

Namun selepas itu, teror yang mengancam hubungannya dengan Gendis semakin gencar, dia merasa semakin jauh dari sahabat-sahabatnya. Hal ini menyebabkan dia lelah dan menyerah. Untung saja pada akhirnya Yod mendukung dia setelah penyerangan yang salah sasaran. Zad bangkit kembali. semangatnya terpacu kembali ingin menyukseskan festival dolanan bocah di Yogyakarta dan mengajak anak-anak dusun bermain ke museum mainan anak. Dia bahkan tak peduli lagi teror yang belakangan diketahui hanyalah ulah Fya yang iri dan cemburu dengan kehidupan Gendis yang selalalu dilimpahi kebahagiaan.

Sekali lagi, berkat kegigihannya Zad bisa membuktikan bahwa dia bisa menjadi anak Indonesia yang baik dan bermanfaat bagi sesama. Pada akhirnya Pak Pram, papanya yang selama ini menjadi batu sandungan atas hubungannya dengan Gendis, menyadari kehebatan anak sulungnya. Kekhawatirannya selama ini akan menghancurkan masa depannya jika terus berhubungan dengan gadis kampung, ternyata hanya opini-opini yang dia ciptakan sendiri berdasarkan pengalaman pahit masa lalunya. Pak Pram menyadari jika anaknya telah berubah sesuai yang diharapkannya. Untuk memperoleh kebahagiaan, maka harus mencobanya, tidak bisa hanya berkaca pada pengalaman masa lalu papanya.

***

Judul: Karena Aku Tak Buta
Penerbit: Meta Mind, inprint Tiga Serangkai (Januari 2015)
Jumlah Halaman: 323
Harga: 55.000

One thought on “Sinopsis Karena Aku Tak Buta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *