Buku

Kalian pasti pernah datang ke toko buku, kan? Apa yang kalian temukan di sana? Yap, buku! Kita bisa menemukan berbagai jenis buku bacaan; ada komik, novel, buku pelajaran sekolah, pengetahuan umum dan banyak lagi. Tetapi, pernahkah kalian bertanya, kapan ya buku pertama kali dibuat manusia? Bagaimana orang zaman dahulu membuat buku?

papirus

Nah, kalau kita bicara tentang pembuatan buku, tentu saja tidak bisa melupakan jasa Tsai Lun, pembuat kertas asal Cina. Penemuan dan pembuatan kertas sekitar tahun 101 Masehi ini, dipercaya menjadi awal mula pembuatan buku berbahan kertas.

Setelah ditemukan kertas, orang Cina menulis karya tulisannya dengan pencetak huruf terbuat dari balok kayu. Hal itulah yang menginspirasi seorang Jerman bernama Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg untuk membuat percetakan dengan huruf-huruf logam yang bisa membentuk kata dan kalimat. Sekitar tahun 1.440 dia menciptakan mesin cetak yang bisa menggandakan cetakan dengan cepat. Bisa jadi, inilah awal orang mencetak buku bacaan.

book

Namun, jauh sebelum kertas ditemukan, buku sudah lahir di Mesir sekitar tahun 2.400 SM. Gulungan kertas papyrus yang berisi tulisan ini merupakan bentuk buku yang pertama. Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja, pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun. Berabad-abad kemudian di Cina, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Sementara di Nusantara, para leluhur kita menulis di kulit kayu, kulit hewan dan daun lontar.

Banyak para ahli berpendapat, pembuatan buku memang sudah ada sejak zaman kuno. Penemuan yang memperkuat pendapat ini antara lain; penemuan buku berusia 3.000 tahun berbahasa Etruscan (suku purbakala di Italia). Buku ini berisi enam lembar terbuat dari emas. Halaman pertama berisi contoh-contoh cerita dan cara penulisannya, sedangkan halaman-halaman yang lain ‘dibendel’ di satu sisi dan berisi gambar seorang penunggang kuda, puteri Duyung dan kesatria.

Sedangkan buku St Cithbert Gospel diyakini buku tertua di Eropa yang berasal dari abad ke 7 dan saat ini kira-kira umurnya 1.313 tahun. Sementara pendapat lain menyebutkan, Al-Kitab merupakan buku tertua di dunia. Kitab Taurat telah ditulis kira-kira 2.000 tahun sebelum Al-Quran ditulis. Coba kalian bertanya pada Papa, Mama atau Bapak dan Ibu Guru. Bisa jadi mereka berpendapat lain tentang ini.

Nah, pertanyaan lainnya, mengapa orang menulis buku? Adakah diantara kalian yang bisa memberikan keterangan untuk melengkapi artikel ini? Yok, berikan pendapat kalian, dan segera kirimkan ke Majalah Kelereng. Ada bingkisan yang menanti untuk 3 tulisan terbaik lho!

index

Sering kita dengar orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Betul sekali! Karena, dengan membuka buku berarti kita membuka jendela dunia, kita bisa melihat keluar, menemukan sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada di rumah kita. Yang dimaksud rumah adalah pikiran kita saat ini. Dengan membaca buku berarti kita membuka cakrawala pengetahuan. Saat kita membaca buku sejarah, berarti kita akan menambah wawasan mengenai sejarah. Begitu juga, saat kita membaca buku yang membahas permainan tradisional, kita akan memiliki wawasan yang lebih baik tentang permainan tradisional.

Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan pesan di dalamnya. Dan ingat, satu-satunya buku yang tidak membawa manfaat adalah buku yang tidak pernah kita baca.
(Redy, dari berbagai sumber)

*Untuk Kelereng Edisi April 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *